Sabtu lalu, saya berkunjung ke tetangga sebelah kamar kosan, as usual ngobrol ngalor ngidul, terus diatas tempat tidur sang temen, bergelatakan berbagai macam buku. Salah satunya yang menarik perhatian saya yaitu buku yang berjudul Negeri Pada Bedebah dengan penulis Tere Liye.
Novel ini bercerita tentang seorang Konsultan Keuangan yang bernama Thomas. Thomas konsultan keuangan yang terkenal secara International. Artikel di majalah ekonomi diburu para pelaku ekonomi. Kesibukan jadwalnya mengalahkan jadwal Presiden sekalipun.
Dibalik kesuksesan seorang Thomas, ternyata dia memiliki masa kecil yang pahit. Sekian lama dia mengubur dan tidak mau mengenang masa lalu tersebut sampai pada suatu saat Om Liem yang merupakan Paman kandungnya muncul dengan sebuah masalah besar.
Om Liem adalah pengusaha besar yang memiliki banyak usaha, salah satunya perbankan. Dan bank tersebut bernama Bank Semesta. Bank ini dalam hitungan jam akan menjadi pailit, sampai-sampai seluruh harta kekayaan beliau menjadi jaminannya.
Pada suatu malam Thomas mendapat telepon darurat yang mengabarkan bahwa Tante dan Om Liem sedang dalam kepungan polisi. Pada situasi yang sangat sulit tersebut, Thomas dihadapkan pada dua pilihan sangat sulit apakan akan membiarkan Bank Semesta collaps begitu saja ataukah sebaliknya???
Pada awalnya saya berpikir bahwa novel ini akan membosankan, tetapi justru sebaliknya, mulai dari membaca halaman pertama saya tehanyut kedalam cerita dan tidak berhenti membacanya, saya cuma break makan sama sholat saja. Kemudian lanjut baca lagi, dalam waktu kurang dari 12 jam, buku ini ludes saya baca. Sangat terkesan dengan sosok Thomas yang cerdas dan pejuang tangguh.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar